Crime and Goodness

Posted by

Kiriman Member : TB Farhan Muhammad

Kami baru saja mendapatkan teman baru dia adalah Hannah, Hannah adalah orang yang periang dan asik di ajak bicara maupun bermain sifatnya itulah yang membuat kami menyukai 

"Hannah! Jangan pernah mengajakku untuk berbuat jail seperti itu lagi" Teriak Gifa salah satu sahabatku dari tempat duduk di kelas 

"Ayolah jangan marah begitu, lagi pula kita cuma bermain dengan cacing - cacing itu" 

"Dan memasukkan nya kedalam tas guru? Apa kau tidak takut di hukum" Bisik Gifa

"Aah sudahlah jangan ribut terus, kita kan sahabat! Tidak baik kalau sahabat selalu bertengkar" selah Jonny yang memotong percakapan sahabat sahabatnya itu, Gifa hanya bisa cemberut sementara Hannah cekikikan melihat raut wajahnya

"Huh ya sudah aku pergi dulu " kata Gifa lalu pergi meninggalkan kelas 
"Dia selalu begitu, selalu saja marah bila ku ajak bersenang-senang aku ingin dekat dengannya kenapa dia selalu menjauhiku?"
"Dia memang bukan anak yang seru untuk di ajak gila gilaan" jawabku 
"Emm Fardan, bagaimana kalau kita bermain dirumahku setelah pulang sekolah ini? Kau juga ikut ya Jonny jangan lupa ajak Gifa" seru Hannah, wajahnya tampak bahagia dan senyumannya cukup aneh 

"Baiklah" jawabku
"Bagaimana kalau Gifa tidak mau? Seperti yang kau tahu dia kan sedikit tidak suka denganmu" kata Jonny
"Pasti Gifa mau! Aku akan memaksanya" Balasku 
Hannah tersenyum mendengarnya dan terdiam sejenak "Braak" Hannah memukul meja dan kembali mengeluarkan senyuman anehnya kepada kami berdua 
"Berhenti senyum seperti itu!" Teriak Gifa dari pintu masuk dan menghampiri kami 
"Kau ini! senyuman diakan memang seperti itu, apa kau tidak terbiasa melihatnya?" Protes Jonny
"Ok Gifa aku akan memperbaiki senyumanku agar kau nyaman melihatnya" balas Hannah dan kembali mengeluarkan senyuman anehnya
"Sudah sudah jangan bertengkar, Gifa setelah pelajaran terakhir ini selesai kita akan pergi ke rumah Hannah kau ikut ya" Pintaku 
"Pergi kerumahnya?" Sambil menunjuk Hannah "Ok tapi aku tidak mau tanggung jawab kalau terjadi apa-apa" 
"Memang kita mau ngapain? Kita cuma mau berkunjung ke rumah Hannah bukan mau membunuhkan, hahaha aneh sekali kau ini" balas Jonny.

Akhirnya pelajaran selesai kami segera bergegas pergi ke rumah Hannah, rumahnya memang terpencil dan jauh dari perkomplekan. di Perjalanan Hannah tampak murung dan diam saja tanpa mengucapkan sepatah katapun

"Heh kenapa kau diam saja biasanya kau yang paling ceria" tanya Gifa 
"Mmm tidak apa, aku tidak bisa mengungkapkan kesenanganku karena kalian akan bermain ke rumahku" sekali lagi dia mengeluarkan senyuman anehnya
"Cihh"

Sesampainya di rumah Hannah, mereka bermain dengan sangat gembira tapi tidak dengan Gifa dia hanya diam cemberut di Sofa dan memandangi sekitarnya. Ayah Hannah sangat baik dia memberikan kami cemilan dan membebaskan kami untuk bermain apa saja di Rumahnya 

"Hey Hey! Aku ingin cerita" kata Hannah, kami semua mendengarkan ceritanya dari awal hingga akhir, malang sekali nasib Hannah, Ibunya ternyata sudah meninggal sejak ia berumur 8 tahun dan kini ia tinggal bersama Ayahnya, ternyata Ayahnya tidak terlalu baik seperti yang kuketahui. Ayahnya seperti tidak mengurusi Hannah dia selalu sibuk dengan perkejaannya Hannah kesepian dan merasa hidup sebatang kara tanpa kasih sayang kedua orang tuanya.

"Apa kau tahu? Sekarang Ayahku pergi lagi dan sekarang hanya ada kalian dan aku" suaranya terdengar sangat parau dan berdengung "aku beruntung mempunyai Sahabat seperti kalian" senyumannya semakin aneh 
"Jangan!" Teriak Gifa sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya "Pergi kau! Jangan sakiti kami apa kau temannya Hannah? Kau tidak pantas menjadi temannya kau hanya bisa memberikan energi negatif padanya! Aku tau kau selalu mengikutinya kemanapun, kumohon jauhilah Hannah!" Ocehan Gifa sangat tidak jelas kami mencoba menenangkannya

"Gifa kau kenapa? Apa kau sakit?" Tanyaku lalu Gifa menunjukan sesuata dibelakang Hannah 
"ada apa disitu? tidak ada apapun"
"Beri dia minum" kata Hannah
Jonny segera mengambil minum untuk Gifa. Gifa masih saja histeris dan tidak mau dekat dengan Hannah, Hannah pun pergi membeli obat di Apotik yang lumayan jauh dari rumahnya. 

"Sebenarnya aku bukan tidak mau dekat dengan Hannah tapi sesosok berbadan besar dengan jubah hitamnya selalu mengikuti Hannah" 
"apa yang kau bicarakan? Tidak ada yang mengikuti Hannah selain kita kan" balas Jonny
"Kalian tidak bisa melihatnya, dirumah ini terlalu banyak yang seperti itu tapi hanya satu yang menyukai Hannah" Jelasnya
"Aku tahu Gifa kau ini anak Indigo tapi seharusnya kau sudah terbiasa melihatnya kan?" Tanyaku
"Kali ini mereka sangat berbeda, mereka lebih beringas dan selalu senyum seperti Hannah" 
"Terus apalagi yang kau ketahui" sambung Jonny
"Kalian tahu? Hannah sekarang sedang Menjerat kita untuk berkunjung ke sini dan akan membuat kita Lumpuh tak bisa bergerak dan berakhir menjadi makhluk berjubah hitam itu yang selama-lamanya tinggal dirumah ini, kita harus cepat-cepat pergi" 

"Sepertinya ada yang lagi asik membicarakan sesuatu nih" Hannah baru datang sehabis membeli obat untuk Gifa, kami terkejut dengan kedatangannya. Aku berusaha untuk tetap tenang, begitu juga kedua temanku Hannah menghampiri kami dengan senyuman yang indah tidak seperti biasanya senyumannya tampak manis dipandang 
"Gifa ayo diminum obatnya" katanya dengan manis, tanpa basa basi Gifa meminum obatnya dan beristirahat lalu berbisik kepadaku dan Jonny "Selamatkan diri kalian" katanya dengan gemetar. Hannah diam saja dengan senyumannya itu sesekali ia cekikikan tak jelas, kami mulai ketakutan 

"Hannah bisa kah kau menghidupi suasana yang sunyi ini?" Tanyaku tapi Hannah tetap terdiam
"Hannah kenapa kau diam saja!" Bentakku
"Aku.. Aku.. Maa..." Belum saja Hannah menyelesaikan perkataannya tiba-tiba wajahnya berubah dengan mata yang lebih besar dan mulut mengnga-nga lebar kebawah, Hannah meraung-raung tak karuan. Kami lari kucar-kacir diliputi rasa ketakutan sementara Gifa hanya diam tak berdaya, Rumah Hannah yang cukup besar membuat kami bisa menyumpat dan banyaknya Lorong-lorong Gelap yang seperti dihuni oleh makhluk astral yang tak dapat kulihat tapi dapat kurasakan Hawanya. Kami bersembunyi di kamar yang sedikit kumuh tak terurus 

"Hannah benar-benar manusia yang beringas, mengapa dia bisa begitu" tanya Jonny dengan nafas yang terengah-engah
"Dia bukan lagi Hannah! Oh tidak bagaimana dengan Gifa dia mungkin sudah tertangkap olehnya, kita harus menyelamatkannya" keluhku. Suasana hening sejenak dan menyisakan suasana yang horor "Raaaar" jeritan suara Hannah benar benar menakutkan "Aaaakh" itu adalah suara Gifa aku harus segera menyelamatkannya tiba tiba saja Pintu kamar terbuka sendiri dengan kencang dan menampilkan Hannah dengan kaki yang tidak menapak tanah "Kau harus menjadi temanku! Selamanya! Hahaha" Teriakannya begitu memekakan telinga
"Hannah sadarlah!" Teriak Jonny, malangnya tubuh Jonny terpental Dengan sendirinya dan terbentur sangat keras hingga membuatnya pingsan.
 
"Raaar" Hannah masih saja Meraung-raung. Aku berdiri mematung tak bisa melawan ketakutanku, aku melihat kelangit-langit kamar ini ternyata ada Perlambang yang bergambar Orang Berjubah hitam diikuti oleh banyaknya orang-orang seumuranku apakah Hannah mengikuti sekte aliran sesat? entahlah

"Hannah... Hannah... Kau ini kenapa? Kami semua adalah temanmu tanpa harus begini kita bisa berteman denganmu selamanya, Hannah sadarlah! Jangan Ikuti si Jubah Hitam Beringas itu" aku mencoba berbicara dengannya walaupun hanya dibalas dengan erangan erangan yang nyaring tak lama setelah itu datanglah orang berjubah Hitam, dia menundukan wajahnya tapi sepertinya aku mengenal postur tubuhnya, Ya dia adalah Gifa
"Kau akan jadi seperti dia" seringai Hannah sangat lebar "Terimalah Kenyataan ini" Sambungnya 

"Diam kau Makhluk aneh! Kau bukan Hannah! Kembalikan Temanku! Kau seharusnya berada diNeraka!" Bentakku mencoba melawan ketakutanku demi kedua sahabatku, Hannah menunjuk ke arah belakangku, Oh tidak Jonny sudah mengenakan Jubah Hitam itu.. kini tinggal aku sendiri "Hahahaha" Tawanya menggemakan seluruh ruangan, sangat nyaring ditelinga "Aaaaakh! Kau bukan Hannah! Kembalikan kedua temanku! Kembalikan" Aku melemparkan kursi ke Hannah tapi dia dapat menghancurkannya sebelum mengenai badannya, aku berada diambang ketakutan aku tak bisa bergerak, aku seperti Lumpuh "Hannah!" Teriakku sekeras-kerasnya. Seringai kemenangannya benar benar sangat menyebalkan tapi aku tetap tak bisa bergerak

"Kau akan menjadi bagian dari kami semua" teriak Hannah, tiba-tiba saja seisi rumah dipenuhi oleh orang orang berjubah Hitam, Hannah sudah mengenakan Jubah hitam itu dan ia tampak paling besar dibandingkan mereka semua, hanya aku yang tak menggunakan Jubah hitam itu
"Tenang Saja" Bisik seseorang "Dia bukan Hannah" lanjutnya tapi setelah itu suaranya tak terdengar lagi. Tampak seseorang membuka Jubah Hitamnya, Itu adalah Gifa yang berdiri tepat disamping Hannah 
"Kau tidak bisa mengalahkan anak sepertiku bodoh!" Tegas Gifa dengan santai, semua yang berjubah hitam menengok pada Gifa "hahaha kau benar-benar payah" lanjutnya dan satu persatu makhluk berjubah hitam itu menghilang tapi tidak dengan Hannah dan Jonny "Raaaaar" Hannah berteriak kencang sekali seisi rumah hancur dibuatnya dan membuat gempa dalam rumah ini tapi aku masih saja lumpuh 
"Syuuut! Diam kau Makhluk sialan! Cepat bebaskan kedua, maksudku ketiga temanku!" Bentak Gifa

"Raaar" teriakan Hannah jauh lebih kencang dari sebelumnya, Gifa memejamkan matanya seolah-olah berpikir sesuatu "Aaaakh!! Aaaakh!!" Makhluk itu menggeliat memegangi kepalanya meraung-raung kesakitan, wajah Gifa terlihat semakin berpikir keras "Anak Biadab!" Teriak Hannah dan perlahan-lahan berubah menjadi Hannah yang biasa saja, Hannah tergeletak tak berdaya begitu juga dengan Jonny yang masih tidak sadarkan diri badanku pun terasa lelah. Gifa tersenyum 

"Kita berhasil" Katanya dengan lembut 
"Tidak! Ini belum berakhir! Liat belakangmu" kataku Pelan, Gifa berbalik arah dan melihat Jubah Hitam itu melayang tanpa ada yang mengenakannya, aku dan Gifa terkejut Hannah pun sadar dari pingsannya.

"Ibu.." Kata Hannah pelan, dari Jubah hitam yang melayang tanpa dikenakan siapapun tiba-tiba saja sudah dipakai oleh orang yang sepertinya adalah Ibu Hannah
"Ibu!" Teriaknya lalu sang Ibu tersenyum dan lenyap begitu saja, Hannah menangis Sejadinya Gifa memeluknya dengan hangat .

"Ikhlaskan ya" hibur Gifa, Hannah mengangguk tapi masih saja menangis dan Jonny baru sadar dari pingsannya aku masih diam terpaku karena tidak percaya dengan semua yang kualami hari ini tapi aku harus bersikap dewasa dan mencoba menghibur Hannah, Jonny tak berkata sedikit pun mungkin dia masih bingung juga. 

semenjak kejadian itu Hannah menjadi orang yang pendiam disekolah dan susah diajak bersosialisasi aku pernah bertanya pada Gifa tentang si Jubah hitam yang selalu mengikuti Hannah kapanpun dimanapun, apakah dia masih mengikutinya dan jawabannya adalah "Ya" tapi tidak sebagai si Jubah hitam yang selalu memberikan energi Negatif pada Hannah melainkan si Jubah Putih bercahaya yang memberikan perlindungan dan kebaikan padanya.

 dengan kata lain dia adalah arwah sang Ibu tapi apakah kau tahu? Semenjak kejadian itu aku jadi bisa melihat segalanya dan yang dikatakan Gifa hanyalah kebohongan belaka, si Jubah hitam masih mengikutinya hingga suatu hari Hannah pergi sekolah selalu mengenakan jaket Hitamnya dan kembali tersenyum aneh seperti biasanya

***END***



FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




1 komentar:

  1. Belum Pernah Menang Dalam Bermain Poker Online ???
    Atau Ingin Mendapatkan Penghasilan Tambahan Dengan Modal Yang Sangat Minim???
    Segera Daftarkan ID Anda di SmsQQ Yang MerupakanAgen Judi Online Terpercaya

    Solusi Yang Tepat Hanya di www(.)SmsQQ(.)com

    Kelebihan dari Agen Judi Online SmsQQ :
    - Tidak ada settingan apapun dalam permainannya 1000%
    - Minimal Deposit Hanya Rp.10.000
    - Proses Setor dan Tarik Dana akan di selesaikan dengan cepat,tepat dan akurat.Hanya memerlukan waktu 1-2 menit (Jika Tidak Ada Gangguan)
    - Kebanjiran Bonus disetiap Harinya
    - Bonus Turnover 0.3%-0.5%
    - Bonus Refferal 20% (Seumur Hidup)
    -Customer Service bersedia melayani Anda Selama 24 jam dengan pelayanan yang begitu sopan dan ramah.
    - Berkerja sama dengan 4 bank lokal : BCA-MANDIRI-BNI-BRI

    7 Permainan Dalam 1 ID :
    Poker - BandarQ - DominoQQ - Capsa Susun - AduQ - Sakong - Bandar Poker

    Untuk Info Lebih Lanjut Dapat menghubungi Kami Di :
    BBM: 2AD05265
    WA: +855968010699
    Skype: smsqqcom@gmail.com

    Tunggu Apa Lagi Bosku ?

    ReplyDelete

Popular Posts